Tinta 9 :
segores tinta;
1.Teratai
Teratai mengapung sendiri ditelaga
Seperti aku, sendiri menikmati dini hari
Dalam gelapnya kamar ini
2. Luka
Aku memang tak takut luka
Sebab luka sudah begitu akrab
Larilah menjauh
Karena lukanya bisa membunuhmu
3. Tanya
Jangan lagi kau tanyakan hal yang sama
Sia-sia
Jawabnya tetap sama
4. Kematian
Seperti kematian
Kitapun tinggal menunggu waktu
Sang algojo datang tanpa bisa dicegah
Dan kita harus menyerah pasrah
5. Lupakan
Sudahlah, kita lupakan!
Sebentar saja
Tentang cinta
Tentang masa depan
Tentang beratnya rintangan
Tentang pertengkaran
Tentang ketidakjelasan
Tentang..tentang..tentang..
Ah, sudahlah
Mari kita nikmati yang ada
Dengan secangkir kopi dan sebatang rokok
Semoga waktu berhenti hanya pada saat kita bahagia
(27 Mei 2005)
1.Teratai
Teratai mengapung sendiri ditelaga
Seperti aku, sendiri menikmati dini hari
Dalam gelapnya kamar ini
2. Luka
Aku memang tak takut luka
Sebab luka sudah begitu akrab
Larilah menjauh
Karena lukanya bisa membunuhmu
3. Tanya
Jangan lagi kau tanyakan hal yang sama
Sia-sia
Jawabnya tetap sama
4. Kematian
Seperti kematian
Kitapun tinggal menunggu waktu
Sang algojo datang tanpa bisa dicegah
Dan kita harus menyerah pasrah
5. Lupakan
Sudahlah, kita lupakan!
Sebentar saja
Tentang cinta
Tentang masa depan
Tentang beratnya rintangan
Tentang pertengkaran
Tentang ketidakjelasan
Tentang..tentang..tentang..
Ah, sudahlah
Mari kita nikmati yang ada
Dengan secangkir kopi dan sebatang rokok
Semoga waktu berhenti hanya pada saat kita bahagia
(27 Mei 2005)
2 Comments:
dikau begitu menyentuh,
serasa bermimpi remajaku kembali,
ya,
segelas kopi dan sebatang rokok,
sambil bincang denganmu,
akan jadi suatu kemewahan tersendiri,
semoga dikau selalu berdamai dengan dirimu
dan ku mati
lenyap selenyapmu malam ini
hingga ku hidup
dengan kehidupanmu
semoga esok pagi
arief
Post a Comment
<< Home