<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=10946325&amp;blogName=Panggung,+Tinta,+dan+Aku....&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLACK&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://yunis.blogspot.com/search&amp;blogLocale=en_US&amp;v=1&amp;homepageUrl=http://yunis.blogspot.com/&amp;vt=-6159295004169351406" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

Monday, August 29, 2005

Tinta 12 : 3 KISAH

Kado Ulang Tahun Dari Sang Kakek
Hari ini empat tahun yang lalu
Telah lahir bayi laki-laki yang mungil
Tanpa dosa dan noda
Tanpa tahu mengapa dia harus lahir

Hari-hari empat tahun yang lalu
Sungguh bukan waktu yang cukup lama
Tapi bukan pula waktu yang pendek
Kan menjadi bagian dari satu keluarga

Tumbuh dan berkembanglah kau cucuku
Jadilah lelaki kecil yang tabah
Jadilah kau setegar karang
Kuat diterjang ombak besar sekalipun

Hari ini adalah hari ini
Telah tumbuh sang penyejuk hati
Lelaki kecilku yang tampan
Harapan dan kasih kami

Kakekmu hanya punya doa
Sebagai restu langkahmu kelak



Kisah Kakek dan Cucu Laki-lakinya
Anak kecil itu lari kian kemari
Sesekali melompat ke kiri
Lain kali dia melompat kekanan
Tanpa henti dia berteriak
Tertawa riang, renyah menawan

Bam!! Suara bola menerjang tembok
Prak!! Suara kaca menampar kaca jendela
Anak kecil itu bertambah riang
Sesekali dia menggerutu

Anak kecil itu tak kenal lelah
Kakinya tak henti menendang
Berlari menerjang kedepan

Kini, dia kesal pada sang kakek
Tangan kecilnya memukul tiada henti
Nangis!! Teriaknya garang

Sang kakekpun berpura menangis
Tapi si kecil bukannya berhenti
Ia memukul semakin jadi

Anak kecil itu tak perduli hari
Karena ia asyik main sendiri
Hari ini berlalu amat sunyi

Sebab, si kecilku sedang pergi.


Kisah Mertua Malang
Ketika Tuan datang pada kami
Meminta anak kami menjadi istri Tuan
Bukan kegembiraan yang meliputi hati kami
Tapi suatu pertanyaan;
“Mengapa anak kami, Tuan?”

Ketika Tuan datang pada kami
Meminta anak kami menjadi istri Tuan
Ketika itu, Tuan tidak tahu siapa kami
Tapi kami tahu siapa Tuan

Ketika Tuan datang pada kami
‘tuk mengembalikan anak dan cucu kami
Kami hanya bisa diam
Kami memang tidak punya pilihan

Apa mungkin Tuan akan datang lagi
‘tuk melihat maha karya Tuan?
Tuan tak perlu mengatakan sesuatu
Sebab kami tak punya jawaban
(senin, 29 Agustus 2005 )

3 Comments:

Blogger DM said...

Wow!! Sajak ini sungguh dahsyat!
Jujur: aku betul-betul terhanyut membacanya. Gila!

-DM.

3:24 AM  
Anonymous Anonymous said...

Where did you find it? Interesting read »

10:48 AM  
Anonymous Anonymous said...

Cool blog, interesting information... Keep it UP » » »

7:57 PM  

Post a Comment

<< Home


Yunis Kartika

copyright © www.yuniskartika.tk 2005 - all rights reserved